Friday, January 23, 2009

No Mercy...!!!

…seorang anak perempuan (orang tuanya konglomerat, yang mempunyai banyak perusahaan), berbincang dg teman mainnya…”…kamu tahu nggak Pak Djoko…ajudan pribadi bapakku…??..kasihan banget lho dia…!!!”…rumahnya cuma satu…kecil lagi…kamarnya cuma ada tujuh dan kolam renang cuma ada satu, ukurannya 25m X 50m, mobilnya cuma dua (Toyota Camry dan BMW Z4 Cabriolet), motornya cuma tiga (Harley Davidson Glide th 2007, Suzuki Bandit 400 cc dan Kawasaki Ninja 250 cc) ….dan yg paling bikin aku kasihan itu….. dia cuma bisa menyekolahkan anak-anaknya di dalam negeri, dan di-Universitas negeri pula…”

Itulah yang sering terjadi…kita merasa kasihan kepada orang lain, karena kita melihat orang lain dg criteria kita….kalau ada orang, yang menurut penilaian kita ter-marjinal-kan atau teraniaya, maka kita akan segera jatuh kasihan …padahal orang tersebut belum tentu merasa seperti itu (yg menurut kita dia perlu dikasihani)…dia sudah bahagia dan mensyukuri keadaan serta peran yang sedang dia jalani saat ini…kasihan adalah bentuk lain dari ungkapan…I’m OK – You’re Not OK…so, karena kamu nggak se-OK saya, maka kamu harus di-kasihani….

Jadi….jangan pernah merasa kasihan kepada orang lain…pertimbangkan dulu masak-masak, sebelum kita merasa kasihan kepada orang yang minta belas kasihan…karena pada dasarnya tidak akan ada orang yg perlu kasihani atau meminta belas kasihan, kalau semua orang mau mensyukuri dan menikmati apa yang telah dia dapatkan hari ini….

6 comments:

belly wijaya said...

sejuk sekali pesannya,Pak..

*saya cukup jadi ajudannya pak Joko aja deh.. hehehe....

bewe said...

Setuju Pak DW. Sudah layak dan sepantasnya dalam hidup ini kita lebih fokus untuk saling mengasihi, bukan mengasihani.

goresan pena said...

sepakat pak... mengasihani, sama saja dengan menganggap orang lain itu tidak mampu. menyedihkan. lebih baik mengasihi saja!

dan gosipnya nih pak... ntar BPS (Biro Pusat Statistik) akan lebih bingung lagi menentukan kriteria masyarakat miskin.

sekarang bingung pak, kalo' nyari orang miskin, standar miskinnya seperti apa? apakah dengan penghasilan sekian-sekian? apakah bisa atau tidak makan? karena tragisnya, jaman begini, banyak yang lebih bela-bela punya hape dan isi pulsa ketimbang memperbaiki gizi sendiri dan keluarga. nah loh...

djoko wahjuadi said...

@Belly Wijaya, @BeWe, @Goresan Pena: ...marilah kita mulai berbagi kasih...kasih pada sesama, kasih kepada alam, kasih kepada kehidupan....tapi katanya, kalau Aura Kasih nggak boleh dibagi...he..he..he

Ivana said...

saya 100% setuju...ngga selamanya hal yang buruk menurut kita juga dianggap buruk bagi yang bersangkutan...lagian, ngga semua orang suka dikasihani...sip dah artikelnya!!

ernut said...

betul mas djoko, sering orang tidak ingin dikasihani karna memang dia oke dengan keadaannya...hanya orang lain tidak mengerti..